(0896) 2614-3563

Masuk

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid dan Doanya Sesuai Sunnah

Tata cara mandi wajib setelah haid dan doanya sesuai sunnah, lengkap dengan niat, langkah benar, dan penjelasan praktis untuk muslimah.

Foto Profile Dian Pratama

Dian Pratama

Januari 23, 2026 51 Views 0 Like

Tata cara mandi wajib setelah haid dan doanya merupakan pengetahuan dasar yang wajib dipahami setiap muslimah. Mandi wajib bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi bagian dari ibadah yang menentukan sah atau tidaknya ibadah selanjutnya seperti salat dan puasa.

Masih banyak perempuan yang ragu mengenai urutan mandi wajib, bacaan niat, hingga doa mandi wajib setelah haid yang benar sesuai sunnah. Kesalahan kecil dapat berdampak pada keabsahan ibadah.

niat mandi wajib setelah haid
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid dan Doanya Sesuai Sunnah

Artikel ini membahas tata cara mandi wajib setelah haid dan doanya secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami, baik untuk pemula maupun pembaca umum yang ingin memastikan ibadahnya sesuai tuntunan syariat.

Pengertian Mandi Wajib Setelah Haid

Apa Itu Mandi Wajib Haid?

Mandi wajib setelah haid adalah mandi besar yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar akibat haid. Dalam fikih, mandi ini disebut ghusl dan bersifat wajib sebelum melakukan ibadah tertentu.

Haid sendiri adalah darah alami yang keluar dari rahim perempuan dalam kondisi sehat. Setelah haid berakhir, mandi wajib menjadi syarat sah ibadah seperti salat dan tawaf.

Dasar Hukum Mandi Wajib Setelah Haid

Kewajiban mandi wajib setelah haid didasarkan pada Al-Qur’an dan hadits. Salah satunya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 yang menegaskan perintah bersuci setelah haid.

Selain itu, banyak hadits sahih yang menjelaskan praktik mandi wajib yang dilakukan Rasulullah SAW dan para istri beliau sebagai rujukan utama sunnah.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Pentingnya Niat dalam Mandi Wajib

Niat mandi wajib setelah haid merupakan rukun utama. Tanpa niat, mandi hanya bernilai sebagai mandi biasa dan tidak mengangkat hadas besar.

Niat dilakukan di dalam hati saat memulai mandi. Tidak wajib dilafalkan, tetapi melafalkannya diperbolehkan untuk membantu kekhusyukan.

Bacaan Niat Mandi Wajib Haid

Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitul ghusla liraf’il haid lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas haid karena Allah Ta’ala.”

Niat mandi wajib haid ini dapat dibaca sebelum atau saat air pertama kali menyentuh tubuh.

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Sesuai Sunnah

Urutan Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Berikut tata cara mandi wajib setelah haid sesuai sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan oleh mayoritas ulama:

  1. Membaca niat mandi wajib setelah haid di dalam hati.
  2. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  3. Membersihkan area kemaluan dan najis yang masih menempel.
  4. Berwudu seperti wudu untuk salat, boleh menunda membasuh kaki hingga akhir mandi.
  5. Menyiram kepala hingga air merata ke kulit kepala sebanyak tiga kali.
  6. Menyiram seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri.
  7. Memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat, termasuk lipatan kulit dan sela jari.

Urutan ini merupakan tata cara mandi wajib setelah haid yang paling lengkap dan mendekati sunnah.

Hal yang Wajib dalam Mandi Wajib

Jika ingin melakukan versi ringkas, terdapat dua rukun utama mandi wajib setelah haid:

  • Niat mandi wajib setelah haid
  • Meratakan air ke seluruh tubuh

Selama dua hal ini terpenuhi, mandi wajib sudah sah secara fikih.

Doa Mandi Wajib Setelah Haid

Apakah Ada Doa Khusus?

Secara khusus, tidak ada doa mandi wajib setelah haid yang dibaca setelah selesai mandi berdasarkan hadits sahih. Namun, dianjurkan membaca doa setelah wudu karena mandi wajib mencakup wudu di dalamnya.

Doa Setelah Bersuci yang Dianjurkan

Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Doa ini bertujuan sebagai bentuk syukur telah disucikan dan kesiapan kembali beribadah.

Cara Mengetahui Haid Telah Selesai

Tanda Suci dari Haid

Sebelum mandi wajib setelah haid, pastikan haid telah benar-benar selesai. Tanda suci yang umum dikenal:

  • Keluarnya cairan putih (al-qushshah al-baidha)
  • Kondisi benar-benar kering tanpa bekas darah

Jika mandi wajib dilakukan sebelum haid selesai, maka mandi tersebut belum sah.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan umum terkait mandi wajib setelah haid:

  • Mandi sebelum yakin haid benar-benar berhenti
  • Tidak membaca niat mandi wajib haid
  • Air tidak merata ke seluruh tubuh

Memahami hal ini penting agar ibadah tidak perlu diulang.

Mandi Wajib Setelah Haid dan Kaitannya dengan Ibadah

Kapan Boleh Salat Setelah Mandi Wajib?

Salat boleh dilakukan segera setelah mandi wajib setelah haid tanpa jeda, selama mandi dilakukan dengan benar dan memenuhi rukun.

Puasa dan Hubungan Suami Istri

  • Puasa wajib atau sunnah sah dilakukan setelah mandi wajib
  • Hubungan suami istri halal kembali setelah mandi wajib dilakukan

Mandi wajib setelah haid menjadi kunci kembalinya seluruh aktivitas ibadah dan muamalah.

FAQ – Pertanyaan Umum Seputar Mandi Wajib Setelah Haid

1. Apakah niat mandi wajib setelah haid harus dilafalkan?

Tidak wajib dilafalkan. Niat cukup di dalam hati, tetapi melafalkannya diperbolehkan.

2. Bolehkah mandi wajib tanpa wudu?

Boleh, selama niat dan air merata ke seluruh tubuh. Namun, wudu dianjurkan sesuai sunnah.

3. Apakah keramas sudah cukup untuk mandi wajib?

Keramas saja tidak cukup. Air harus merata ke seluruh tubuh disertai niat mandi wajib setelah haid.

4. Apakah doa mandi wajib haid wajib dibaca?

Tidak wajib. Yang wajib hanya niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.

5. Bagaimana jika lupa niat mandi wajib?

Jika lupa niat, mandi dianggap mandi biasa dan perlu diulang dengan niat.

Kesimpulan

Tata cara mandi wajib setelah haid dan doanya merupakan bagian penting dalam kehidupan ibadah seorang muslimah. Dengan memahami niat mandi wajib setelah haid, urutan mandi sesuai sunnah, serta memastikan haid benar-benar selesai, ibadah dapat dilakukan dengan tenang dan sah.

Artikel ini diharapkan menjadi panduan praktis yang dapat dibaca ulang kapan saja. Simpan, bagikan, atau bookmark halaman ini agar mudah diakses saat dibutuhkan, dan terus tingkatkan kualitas ibadah dengan ilmu yang benar.

Baca juga

Share to Media Social

Komentar

Silakan masuk untuk mengirim komentar!

Artikel umum lainnya

Lihat Semua